Kelulusan Siswa Di Tengah Wabah

0
Lulus

Pandemi Di Awal Kelulusan

Menengok kembali ke belakang sebelum pengumuman kelulusan, pada minggu ke-2 bulan Maret 2020, dunia pendidikan mulai merasakan dampak pandemi COVID-19 ketika hendak melangsungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMK. Pada waktu itu para kepala daerah di beberapa wilayah dihadapkan pada dua pilihan : antara melaksanakan UNBK, atau menunda pelaksanaannya. Apabila UNBK tetap dilaksanakan, maka pengumpulan siswa di sekolah akan menyebabkan terjadinya interaksi antar individu yang membawa resiko penularan wabah. Kala itu, pemerintah mulai gencar menyosialisasikan gerakan Physical Distancing (jaga jarak) dan Stay At Home (diam di rumah). Di sisi lain, apabila UNBK harus ditunda, maka harus ada waktu yang dialokasikan untuk mengganti jadwal UNBK semula. Padahal seperti yang dipahami oleh masyarakat, gerakan menjaga jarak dan diam di rumah ini tidak dapat dipastikan masa berakhirnya.

Saat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan untuk tetap menyelenggarakan UNBK tingkat SMK, seluruh satuan pendidikan SMK Negeri/Swasta harus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut dengan segala konsekuensinya, termasuk mengembangkan Standard Operational Procedure (SOP) penyelenggara tingkat satuan pendidikan yang dapat memfasilitasi pencegahan penularan wabah secara masal.

Persiapan yang dilakukan SMK YADIKA Bangil dalam menyelenggarakan UNBK terbilang cepat namun cukup efektif. Karena ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk tetap melaksanakan UNBK, SMK YADIKA Bangil sebagai sekolah kejuruan yang memiliki jurusan kesehatan, telah melakukan langkah-langkah sosialisasi dan tindakan antisipasi. Di tengah langkanya alat pelindung berupa masker dan hand sanitizer, SMK YADIKA Bangil dapat mempersiapkan ruang ujian dan area akses siswa yang steril, membuka titik-titik tempat cuci tangan (baik menggunakan sabun untuk luar ruangan maupun hand sanitizer untuk dalam ruangan), serta menyediakan masker medis yang dibagikan cuma-cuma kepada peserta ujian yang membutuhkan.

Bilas Tangan Dengan Sanitizer

Beberapa tindakan SMK YADIKA Bangil sebagai penyelenggara UNBK menurut SOP antara lain :

  1. Melakukan sosialisasi pada guru dan siswa kelas XII tentang upaya-upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 sebelum pelaksanaan UNBK.

  2. Panitia, pengawas dan siswa melakukan cuci tangan menggunakan sabun di pintu gerbang masuk SMK YADIKA Bangil.

  3. Panitia, pengawas ruang dan siswa melakukan bilas tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk ruang ujian.

  4. Panitia memberikan masker medis bagi pengawas dan siswa yang berada dalam kondisi kurang sehat atau bagi yang membutuhkan.

  5. Panitia, pengawas dan siswa kembali melakukan bilas tangan dengan hand sanitizer setelah menyelesaikan kegiatan

Hingga berakhirnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), seluruh siswa SMK YADIKA BANGIL dapat menempuh ujian secara penuh tanpa kendala.

Setelah berakhirnya UNBK untuk tingkat SMK tersebut, terbitlah edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang diteruskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang memerintahkan satuan-satuan pendidikan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar di sekolah dan mengalihkan siswa agar dapat belajar di rumah. Edaran ini berdampak pada penghentian kegiatan UNBK dan kerumitan penentuan kelulusan untuk tingkat SMA dan SMP. Sejak saat itu, seluruh siswa se-Indonesia harus beradaptasi dengan mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring hingga saat ini.

Menjaga Kualitas Kelulusan

Meskipun jenjang SMK sudah melaksanakan UNBK, namun karena pelaksanaannya tidak diikuti secara serentak oleh seluruh siswa SMK se-Indonesia, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan bahwa peserta UNBK tahun 2020 ini tidak akan menerima Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Memang pada tahun sebelumnya, hasil UNBK tahun 2019 sudah tidak lagi dijadikan sebagai syarat kelulusan siswa meskipun pemerintah tetap menerbitkan SKHUN.

Tanpa SKHUN pun, kelulusan siswa SMK masih dapat diakui kompetensinya melalui sertifikat kompetensi yang dimiliki. Situasi menjadi rumit saat pemerintah kemudian mengeluarkan himbauan kepada satuan-satuan pendidikan, untuk tidak melakukan kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) ataupun Sertifikasi Kompetensi (Serkom), agar dapat memutus rantai penyebaran wabah yang semakin memburuk. Himbauan tersebut tentu saja berdampak pada pengakuan kelulusan dengan tidak dapat diterbitkannya sertifikat kompetensi yang valid dan terkini.

Di antara ketidakpastian dan kebingungan siswa dalam mendapatkan pengakuan kelulusan sebagai haknya, SMK YADIKA Bangil memutuskan tetap melaksanakan Uji Kompetensi bagi siswa yang sudah dinyatakan lulus sekolah. Untuk bidang keahlian Teknologi Informasi, Uji Kompetensi dilaksanakan menggunakan format portofolio dan tetap bekerjasama denga pihak DU/DI yang telah ditunjuk sebelumnya. Di lain pihak, Sertifikasi Kompetensi bidang Kesehatan ditetapkan akan dilaksanakan menurut arahan dan keputusan dari LSP/BNSP.

Dan memang dalam situasi dan kondisi darurat menghadapi wabah COVID-19 seperti saat ini, memenuhi tuntutan untuk menjamin kualitas kelulusan kompetensi siswa seperti dalam kondisi normal akan sangat sulit dilakukan. Di samping pembelajaran tidak dapat berjalan efektif, program-program sekolah berkenaan dengan proses kelulusan juga tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Keterbatasan-keterbatasan ini membuat sekolah tidak mampu memenuhi amanat kurikulum secara penuh.

Hari ini adalah saat dimana kelulusan siswa harus diumumkan. Kami, seluruh komponen satuan pendidikan di SMK YADIKA Bangil, dengan segala keterbatasan yang ada, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila tidak dapat memberikan hasil kelulusan terbaik kepada para siswa kelas XII tahun ini, sebagaimana yang dapat kami berikan pada kelulusan siswa-siswa terdahulu. Bahkan, kami juga tidak dapat memastikan apakah kami bisa menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa yang sedianya diselenggarakan tanggal 13 Juni 2020 apabila masa darurat wabah belum juga berakhir. Harapan kami, pada momen wisuda itulah kami dapat bertatap muka dengan siswa dan orang tua secara langsung, untuk menyerahkan putra-putri terbaik lembaga kami kembali ke pangkuan orang tua/wali siswa.

Kelulusan

Dengan tulus dan ikhlas, kami mengucapkan selamat kepada para siswa SMK YADIKA Bangil yang telah dinyatakan LULUS. Anda adalah kebanggaan kami dan kami akan menyertakan doa untuk kebaikan dan kesuksesan anda di masa depan. Aamiin.

Kelulusan Yang Membanggakan

Di saat wabah COVID-19 semakin meluas melanda setiap sudut-sudut negara kita, di saat pemerintah semakin gencar menyosialisasikan gerakan #dirumahaja #jagajarak dan #PSBB, kami seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan turut merasa haru dan bangga atas diterimanya siswa-siswi terbaik untuk menempuh pendikan lebih lanjut di Perguruan Tinggi Negeri. Kami terharu, karena yakin bahwa mereka akan mendapat kesempatan terbaik dalam menuntut ilmu, mendapat kesempatan terbaik untuk memperoleh masa depan lebih cerah dan mendapat kesempatan terbaik untuk menggapai cita-cita yang mereka harapkan. Kami juga bangga, karena mereka telah mengangkat martabat almamaternya, SMK YADIKA Bangil, sebagai sekolah swasta yang banyak mengirimkan wakilnya diterima di PTN. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini pula, kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa berikut, yaitu :

  1. Mohammad Rizky Ramadhani (kelas XII TKJ 4) diterima di Jurusan Teknik informatika, Politeknik Negeri Jember.

  2. Mohammad Sirozul Umam (kelas XII TKJ 2) diterima di Jurusan Teknik Listrik Industri, Politeknik Negeri Madura.

  3. Arum Safina Firdaus (Kelas XII KPR) diterima di Jurusan D3 Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

  4. Hazel Sabarina (kelas XII AK) diterima di Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Trunojoyo Madura.

  5. Nurul Komariyah (kelas XII AK) di terima di Jurusan Ekonomi Syariah, Universitas Tronojoyo Madura.

  6. Rahmawati Lukmana (kelas XII TKJ 2) diterima di Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Islam Negeri Malang.

  7. Putri Delta Maulidiyah (kelas XII KPR) diterima di Jurusan D3 Keperawatan, Universitas Negeri Jember

Kembali Ke Sekolah

Hingga saat ini, tingkat penyebaran wabah COVID-19 masih sangat memprihatinkan. Data terbaru penyebaran COVID-19, Jumat (1/5) sore, mencatat 10.551 kasus positif terinfeksi dengan angka kematian 800 kasus, sementara untuk pasien yang sembuh telah mencapai 1.591 kasus. Data tersebut akan terus berubah.

Berkaca dari meningkatnya dampak wabah terhadap sektor lain, dampak pada sektor pendidikan juga diprediksi semakin meningkat. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah dampak jangka panjang, sebab para siswa secara otomatis akan mengalami keterlambatan proses pendidikan yang dijalaninya. Hal ini dapat berakibat pada terhambatnya perkembangan intelektual dan mental mereka di masa mendatang.

Pastinya, kondisi sekarang ini akan mengganggu pencapaian kematangan siswa dalam meraih tujuan belajar, baik secara akademis maupun psikologis. Dari sisi akademis, siswa harus menghadapi tantangan ketuntasan belajar dengan waktu lebih panjang akibat terhambatnya aktivitas fisik pembelajaran. Meskipun SMK YADIKA Bangil dapat dikatakan sebagai sekolah yang memiliki sistem paling matang dan paling siap dalam melakukan kegiatan pembelajaran daring secara penuh, namun kegiatan fisik seperti workshop dan pembelajaran praktek yang menuntut sarana dan prasarana ekslusif tetap tidak akan bisa dipenuhi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah dampak psikologisnya. Siswa yang mengalami proses penundaan pembelajaran akibat penutupan sekolah dapat mengalami trauma psikologis berupa demotivasi dalam belajar. Kejenuhan yang luar biasa dan kehilangan aktivitas sosial ketika harus berada di rumah dalam waktu yang cukup panjang juga bisa memicu depresi dan perubahan perilaku.

Oleh karena itu, kami seluruh civitas akademika SMK YADIKA Bangil senantiasa memanjatkan doa, semoga Allah mengabulkan permohonan agar wabah COVID-19 ini segera berakhir, sehingga kita semua dapat menjalani aktivitas kehidupan secara normal seperti sediakala.

Oleh : Drs. Eko Setyo Widanto, M.Pd

(Kepala SMK YADIKA Bangil)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.